Showing posts with label Story of The Soul. Show all posts
Showing posts with label Story of The Soul. Show all posts

Sunday, June 06, 2010

Do'a #1

Googling, dan menemukan banyak hadits mengenai do’a. Ada satu hadits yang sangat saya suka mengenai adab berdo’a

~Allah akan mengabulkan doa hambaNya yang ketika memintanya tidak
terburu-buru ingin segera dikabulkan (HR.Bukhari-Muslim)~


Ya. Berdo’a itu mbok yang sopan. Sopan pada Sang Pengabul do’a.

Dikasih, maka bersyukur. Tidak dikasih, kita lihat ‘tanganNya’ yang satu lagi, pasti pegang hadiah yang lain. Kalau kataNya ‘later’, maka bersabarlah. Pelan-pelan…. pahami apa yang diinginkan olehNya untuk terjadi dan dialami oleh kita. Bukankan Allah Maha Pengasih?

Jika kita ingin dipahami, maka memahami ^_^
"Bersujud kepada Allah, bersyukur sepanjang waktu .... Bersabar, ta'at pada Allah, menjaga keikhlasanNya..." (Opick)

Thursday, April 15, 2010

Muqaddimah Materi Walimah

Ini saya dapat dari Maillist rohis Universitas Bakrie , dan ini menarik untuk di-share

enjoy it !!


LAMARANMU KUTOLAK!
(Kisah Sederhana, Jenaka tapi Penuh Makna)

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya.
Melalui ta'aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk
melanjutkannya menuju khitbah.

Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru
pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang
sekarang amatlah berbeda.

Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka
menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang
lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk 'merebut'
sang perempuan muda, dari sisinya.

"Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?" tanya sang setengah baya.
"Iya, Pak," jawab sang muda.
"Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? " tanya sang setengah baya
sambil menunjuk si perempuan.
"Ya Pak, sangat mengenalnya, " jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
"Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak
bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model
seperti itu!" balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, "Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal
sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu."
"Lamaranmu kutolak. Itu serasa 'membeli kucing dalam karung' kan, aku
takmau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?" balas sang setengah baya,
keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang
lelaki muda. Bisiknya, "Ayah, dia dulu aktivis lho."

"Kamu dulu aktivis ya?" tanya sang setengah baya.
"Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di
Kampus," jawab sang muda, percaya diri.
"Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama
istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo
rumahku ini kan?"
"Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak
yang nggak datang kalau saya suruh berangkat."
"Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok
mau ngatur keluargamu?"

Sang perempuan membisik lagi, membantu, "Ayah, dia pinter lho."
"Kamu lulusan mana?"
"Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus
terbaik di Indonesia lho Pak.."
"Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM
ini tho? Menganggap saya bodoh kan?"
"Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya
saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak."
"Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik
anak-anakmu kelak?"


Bisikan itu datang lagi, "Ayah dia sudah bekerja lho."
"Jadi kamu sudah bekerja?"
"Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera
jualan produk saya Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu
nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu."
"Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak
terlalu laku."
"Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,
kalau kerja saja nggak becus begitu?"

Bisikan kembali, "Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya."
"Rencananya maharmu apa?"
"Seperangkat alat shalat Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf."
"Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan
uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku."


Bisikan, "Dia jago IT lho Pak"
"Kamu bisa apa itu, internet?"
"Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak
saya nge-net."
"Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan
anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata."
"Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak."
"Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter,
Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu."

Bisikan, "Tapi Ayah..."
"Kamu kesini tadi naik apa?"
"Mobil Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya
Riya'. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik."
"Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir"
"Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini
namanya payah. Memangnya anakku supir?"

Bisikan, "Ayahh.."
"Kamu merasa ganteng ya?"
"Nggak Pak. Biasa saja kok"
"Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang
cantik ini."
"Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!"


Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan
soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang
muda yang sudah menyerah pasrah.
"Nak, apa adakah yang engkau hapal dari Al Qur'an dan Hadits?"
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, "Pak, dari tiga puluh
juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.
Hadits-pun cuma dari Arba'in yang terpendek pula."
Sang setengah baya tersenyum, "Lamaranmu kuterima anak muda. Itu
cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja
pun, aku masih tertatih."
Mata sang muda ikut berkaca-kaca.

Wednesday, April 07, 2010

Inspiring One Another

This quote is pure from my thought. What is it?

Ketika kita mencintai seseorang, orang tersebut cenderung menjadi inspirasi bagi kita. Tetapi tidak jarang kita lah yang menjadi inspirasi bagi orang yang kita cintai itu
(First Emiral, 2009)

I’ve found it in my daily life….

Alhamdulillah…. Tidak ada alasan untuk tidak saling mencintai

*quote ini saya dapat pada malam MBAKMI kampus UB, dimana ada banyak award yang dipersembahkan pada mahasiswa UB. Ada satu cerita yang bermula dari beberapa tahun yang lalu, hingga malam itu, yang melahirkan quote ini.

Monday, April 05, 2010

Reuni SD


Jika diminta memilih masa sekolah apa yang paling menyenangkan : SD. Setelah 10 tahun hidup di Jakarta (dari lahir), hingga kemudian pindah ke Bukittinggi dan tinggal di sana hingga 7 tahun, kemudian kembali lagi ke habitat tercinta : Jakarta. Saya lebih menganggap Jakarta rumah daripada kota Bukittinggi (terlepas dari orangtua saya tinggal dimana). Di Jakarta punya makna pribadi yang dalam, yang menuntut saya untuk terus having a dream. Naish :D

Reuni SD setelah sekian lama tak bersua… banyak cerita tapi enggan untuk diceritakan di blog.

Gambar rasanya cukup mewakili cerita :







Gak ada yang malu-malu, gak ada yang jaim. Just the way they are. Ternyata yang pindah rumah hingga luar pulau itu hanya saya, sedangkan mereka hampir setiap weekend ketemuan, ngumpul-ngumpul. Serunya….pantesan keakrabannya masih terasa…



Setelah 7 tahun meninggalkan Jakarta, tempat-tempat masa kecil sudah saya datangi semua sekarang, kecuali : Yayasan Pendidikan Musik, Manggarai

One time, I promise

YPM, please, wait for me

Thursday, April 01, 2010

The Emiral’s Naughty Childhood

Ya, everyone have their own childhood. Good. Bless. Amazing. Touching.

What is "The Emiral"?? it comes from our father's name. so we named ourself as "The Emiral"

My siblings fond of doing something crazy and dangerous. So do I. So the little Emiral’s childhood was pretty sure crazy and dangerous. Crazy?? Ya, we did something people would think “what was it for”. Dangerous?? Absolutely. We danger our family reputation. The Emiral Reputation.





Eldona Sita Parawira Putri a.k.a. The Second Emiral. Pretty. Easy going. Kind. Friendly. Pencetus utama ide kenakalan








Dendy Muharsyah a.k.a. The Third Emiral. Full ambition. Smart. Gentle. Good looking.talkative enough.pelaku utama kenakalan




Me??? The First Emiral. Sebagai kakak yang baik, tidak melakukan apa-apa, kecuali ketawa saja (kadang-kadang ikutan juga sih :p )

These are my stories about our many naughty times when Dona and Dendy were in kindergarten, and I were an elementary school student in Jakarta Selatan. Yup… before moving to west Sumatra, we lived in Pancoran.

1. Malam-malam setelah shalat isha, kami sering melakukan keliling-seputaran-neighborhood, dan… melakukan sesuatu yang idenya entah muncul dari siapa. Suatu kenakalan anak-anak, tapi bukan juvenile delinquency (kan masih kecil). Yaitu…..hampir 1/3 rumah yang kami lewatin, kami matikan listriknya dengan sengaja. Hehehe…. Biasanya saya bertugas ‘jaga’. Liat kondisi apakah ada orang lewat atau gak (soalnya wajah saja paling innocent saat itu). Setelah aman, dua adik saya beraksi dengan mematikan saklar listrik yang biasanya terletak di depan rumah. And then??? Runaway !!!!! :p
Komentar Elsha dewasa : no problem, it supports ‘go green’ program, doesn’t it??? :D (tapi tidak kebayang kalau salah satu korban kami adalah orang yang sedang ngerjain tugas dengan sistem kebut semalam, dan lupa di-save. Atau yang lagi ngejar tender. Atau business man yang lagi ngerjain presentasi dimana kedudukannya dipertaruhkan.wew)

2. Salah satu tetangga kami ada yang menjual roti bakar di tenda pinggir jalan, yang buka hanya malam hari. Mereka itu sekelompok pria pekerja keras. Bekerja saat malam hari, dan pagi hari mereka masih tidur. Suatu hari di hari libur sekolah, saya dan adik-adik saya keliling-rumah-tetangga ‘lagi’, dan kami melihat rumah mereka pintunya terbuka. Kami pun tergoda untuk datang mengintip. Saat kami menghampiri rumah itu, ternyata para pria itu sedang tertidur di ruang tamu. Sandal berserakan, begitu pula tidur mereka yang ‘berserakan’. Otak iseng kami mulai ngeluarin sinyal nakal. Dua adik saya, masing-masing ambil sandal yang berserakan itu satu, dan kemudian melemparkannya ke para pria yang sedang tidur itu. Wew !!! masing-masing satu sandal. Setelah melempar…. Kabur tentunya. Tapi dasar adek cowok saya itu isengnya akut, akhirnya dia balik lagi ke rumah itu. Ngakunya ‘lihat kondisi’, gak taunya setelah dia pikir kondisi aman, dia malah ambil sandal lagi, dan ditimpukin lagi ke para pria yang tidur itu. Pria yang kena sih hanya menggeliat saja, dan ganti posisi tidur. Tidak ada yang bangun. Karenanya kami belum puas isengin. Tapi… berhubung rumah lain menunggu untuk diisengin, kami pun urung “melempar-semua-sandal-ke-semua-pria-yang-tidur”. Sigh. Sayang sekali.. (???)
Komentar Elsha dewasa : parah. no comment

3. Yang kali ini saya tidak ikut beraksi. Baik tidak ikut ‘jaga’ ataupun ikut hadir. Dua adik saya keliling rumah tetangga lagi. Mereka melihat ada rumah yang lagi direnovasi, karena tidak dikunci, dua adik saya masuk dan lihat ada kaleng cet penuh terbuka. Apa yang mereka lakukan?? Yaitu Tumpahin sekaleng penuh cet itu ke tembok. Dan untuk satu cet lagi ditumpahin sebagian saja ke lantai. Ckckckck….. yang ini parah banget kan? Setelah itu dengan santai mereka keluar rumah itu dan keliling lagi. Tapi begitu sampai rumah, papi dan mami sudah menunggu mereka untuk marah-marah. Tentunya… tetangga yang punya rumah itu melihat ‘si pelaku’ ke luar rumahnya, dan saat melihat cat pada tumpah, si pemilik rumah langusng ‘lapor’ ke papi. Papi dan mami marah besar !!! merasa malu. Kedua adik saya dimarahin, dan uang jajan dipotong dengan alasan “ganti cat pemilik rumah”. Saya yang lihat itu jadi kasihan, jadi mau patungan untuk ganti cat. Tapi gak jadi, karena inget pengen beli chiki. (namanya juga masih kecil..)
Komentar Elsha dewasa : sepandai-pandai tupai melompat, sekali-kali jatuh juga. :p

Good?? Nope
Bless?? It’s a sin (maaf ya Allah… kami masih lugu saat itu :p )
Amazing?? Exactly
Touching?? No doubt!!
Suggestion??? Don’t try these at yours

(keep your children away from such this crazy attitude :p)

Saturday, March 06, 2010

Niat

Mau bikin analisis.
Ini kegiatan yang paling menyenangkan saat diam
Sambil flashback.... ya semua persenjataan sudah lengkap : otak, hati, dan jiwa

Fortunately, today is saturday, I have much time doing anything beside study for my majority

I spend my weekend for this.

Sunday??? for doing assignment, for sure. uh huh :-/

Tuesday, March 02, 2010

Keluguan Para Ibu


There it is !!!

Berikut ini adalah list yang saya buat berdasarkan pengalaman saya pribadi, dan pengalaman orang-orang di sekitar saya, yang berhasil dihimpun mengenai fakta unik para ibu

Jika ada tambahan, silahkan beri komentar :p

Ya, dimulai !!

1.Pada awalnya tidak mengetahui mana tombol yang harus ditekan saat akan answer panggilan di Handphone. Setelah diajari, mereka merekam, dan bisa. Mereka cenderung bangga karena berhasil mengerti mengenai gadget hanya setelah bisa menekan tombol accept. Tetapi hati-hati : suatu saat mereka akan lupa lagi, dan akan sangat lama menjawab telepon dari kita  (karena cari orang untuk dimintain tolong ditanyain ‘cara angkat telpon gimana sih?’)

2.Tidak mau kalah dengan anaknya mengenai kata ‘gaul’. Mereka bahkan tend to show off setelah membuat Facebook, padahal anaknya udah punya FB sejak lama, bahkan sudah memiliki ratusaan friends.

3.Setelah punya FB, akan sering wall-wall-an dengan anaknya, padahal setiap hari ketemu, satu atap pula.

4.Karena terlalu banyak wall-wall-an, kemudian si ibu menghapusnya. Jika ditanya kenapa wall si anak dihapus, si ibu akan menjawab dengan keluguan tiada tara bahwa dia takut kapasitas wall di FB untuk account dia akan habis. (si ibu pikir wall itu sama dengan inbox Handphone) ckckckck

5.Kalau tiba-tiba ada lagu jadul di TV, artinya lagu jaman beliau, si ibu akan menari di depan TV, tarian senam SKJ, tetapi tidak optimal, yang hanya angkat-angkat bahu dikit-dikit, dan kepala digoyang-goyang, kemudian jari dijentik-jentikkan.

6.Mampu nonton sinetron, telenovela, Korean drama, ataupun gossip sampai berjam-jam. Kemudian saat ada adegan yang sedih, nangis nya tragis.

7.Saat gendong anaknya yang masih bayi, sering berkata “aduh cakepnya… anak siapa sih?” (memangnya anak siapa dong?)

8.Kalau ditanya “mami kok keriput?” akan dijawab “kan cakepnya sekarang turun ke kakak..(si anak, red)” gyyaaahahaha

9.Suka merasa sudah kasih uang jajan, padahal belum :-/

10.Lupa dengan tanggal lahirnya sendiri.

11.Selalu ketahuan kalau ngeles :D

12.Curhat mengenai impiannya (mengenai anaknya) ke sahabat anaknya (anyway, bu**a…. I’m okay with this, with my pleasure ^^)

Ini yang baru terhimpun, baik pengalaman pribadi ataupun teman-teman sekitar. Mungkin nanti ada tambahan, tetapi yang 12 ini saja sudah cukup membuat kita “senam wajah”.

Dibalik fakta-fakta di atas, ibu tetaplah nomor satu. Keluguan dan keunikan itu selalu dibarengin dengan ketulusan yang sulit untuk dibayar. Enjor our life with them, one time we’ll miss it..

Friday, February 05, 2010

My Love Confession #2


Pengungkapan cinta kali ini ku tujukan untuk seorang pria. Papi. Emiraldin Rasyid. Lahir di Jakarta, 9 Maret 1960. Yang mewariskan hidungnya padaku, mewariskan mata nya juga padaku. Mata ku mirip papi saat aku tertawa, tetapi jika tidak sedang tertawa, mataku mirip mata mami. Kok bisa?? Itu lah keajaiban gen ciptaan Allah SWT. Banyak sekali yang ingin ku ungkapkan untuk papi, banyak….

Mencintai papi secara khusus, dan mencintai keluarga ku secara umum, adalah cinta yang bebas, tanpa adanya rasa harus seimbang, sama. Mereka bahkan menerima kita apa adanya, jatuh, sakit, cacat….. dengan sedikit adanya ketakutan akan kehilangan mereka. Dengan kata lain aku akan kehilangan mereka jika Allah SWT telah menentukan bahwa waktu di dunia sudah cukup. Maut.

Berbeda dengan kita mencintai seorang teman pria atau wanita kita. Teman lawan jenis. Di situ ada rasa takut kehilangan yang besar, ada rasa harus bisa seimbang (sangat susah jika orang tersebut sangat hebat dalam segala hal), padahal orang tersebut tidak menuntut banyak pada kita. Ribet kan???

Aku bingung apa yang bisa ku ceritakan tentang papi. Banyak. Bisa dibilang standar, karena semua anak umumnya toh mengalami.tapi rasanya senang… senaaannnngggggg kalau ingat itu semua. Rasanya haru, juga bangga. Jangan tanya bangga kenapa, itu juga sulit untuk dijelaskan. Tapi aku punya cara lain untuk mengungkapkannya, ada satu lagu dari Dan Hill yang ku persembahkan untuk papi. Lirik dan nada nya yang pas mewakili semua perasaan ku untuk papi.

Here is the lyric

Sometimes When We Touch by Dan Hill


You ask me if I love you
And I choke on my reply
I'd rather hurt you honestly
Than mislead you with a lie
And who am I to judge you
On what you say or do?
I'm only just beginning to see the real you

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides

Romance and all its strategy
Leaves me battling with my pride
But through the insecurity
Some tenderness survives
I'm just another writer
Still trapped within my truth
A hesitant prize fighter
Still trapped within my youth

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides

At times I'd like to break you
And drive you to your knees
At times I'd like to break through
And hold you endlessly

At times I understand you
And I know how hard you've tried
I've watched while love commands you
And I've watched love pass you by

At times I think we're drifters
Still searching for a friend
A brother or a sister
But then the passion flares again

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides


Papi, kakak belum pernah bilang ‘cinta’ pada papi, tetapi kakak yakin papi tahu dan merasakannya. Papi mugkin tidak tahu bagaimana papi memotivasi kakak dalam banyak hal, terlebih setelah kejadian yang kita alami berdua saat di Padang hari itu, hari di mana kakak merasa mimpi dan cinta kakak pergi jauh.

Kakak juga melihat kilau air mata yang papi tahan saat papi mengantar kakak di bandara untuk pergi menuntut ilmu demi masa depan. Kakak lihat itu, kemudian papi cium kening kakak, dan berbisik ‘jaga diri ya, nak..’

Allah… Sungguh Engkau Maha Adil dan Maha Penyayang.

Ya, itu adalah masa-masa indah kita setelah melalui dua bulan yang berat. Papi membelaku.

Papi, kakak tahu, tanpa harus banyak bicara pada papi pun, papi tahu apa yang terjadi pada kakak, papi tahu apa yang kakak pikirkan dan rasakan. Seperti kakak begitu mengerti apa arti diam nya papi. Selalu kakak bisa mengerti.

Papi… terima kasih telah membantu banyak dalam usaha kakak mengejar mimpi dan cinta kakak… terima kasih atas motivasi nya, terima kasih atas dukungannya, terima kasih atas cinta yang tulus itu…

I do really love you. I do…

*suatu saat akan ku ungkapkan langsung pada papi. Insya Allah :)

Thursday, January 21, 2010

My Love Confession #1

Postingan yang ini sebenarnya pernah ku buat dalam aplikasi 'note' di facebook dan juga blog saya sebelumnya, karena blog lama non-aktif, maka saya berinisiatif posting ulang post ini, karena menurut saya posting ini adalah ungkapan cinta saya untuk seseorang :)

well, here we go...

Jika seseorang bertanya padaku, siapa yang manusia yang paling ku sayang??? Kan ku jawab: mami. (manusia yang paling ku cintai setelah Rasulullah SAW)

Beliau lahir di Pamekasan, Madura, pada tanggal 1 Oktober 1960, anak ke 8 dari Sembilan bersaudara.

Apa yang membuat beliau begitu berharga bagiku? Karena dia ibuku.

Bukan, bukan itu saja. Banyak yang sangat special darinya.

Bisakah ku sebutkan satu persatu?? Tidak. Terlalu banyak. Juga terlalu spesial untuk diceritakan

Seberapa besar cinta ku padanya?? Apa perlu ku jawab..? cinta tidak untuk dikatakan, tapi dilakukan, ditunjukkan….dengan perbuatan halus dan indah

Apa pengorbanan terbesarnya?? Semua yang dilakukan beliau untukku adalah pengorbanan, pengorbanan yang menunjukkan cinta nya padaku.

Kejadian apa yang paling aku ingat?? Saat itu aku duduk di kelas 3 SMA Negeri 2 Bukittinggi. Suhu badanku jika diukur mungkin hampir 41 derajat celcius, sayangnya di rumah saat itu thermometer nya rusak. Aku demam. Demam karena kecapean dengan tugas dan kegiatan yang notabene saat itu aku hampir kelulusan SMA. Aku terkapar di kamarku. Di kasur yang dingin (bukittinggi dingin). Memakai jaket pinjaman seseorang (jaketku jarang dipake dan ilang entah kemana, mungkin di lemari bagian bawah). Aku tidak bisa melakukan apapun, bahkan untuk bergerak saja tidak enak. Hanya sesekali merintih. Aku kedinginan, tapi badaku sangat panas. Tiba-tiba mami datang bawa sepiring kecil minyak tanah, dan mengusapkannya ke sekujur badanku. Punggung, perut, kaki, tangan…. bibirnya tidak berhenti berzikir dan bersalawat saat mengusapkan minyak tanah itu. Aku bertanya: kenapa minyak tanah mi? mami jawab: minyak tanah itu bagus nak….
Hanya itu. Hanya itu jawaban mami. Aku pun hampir tertidur karena saking lamanya mami melakukan itu, bibirnya terus melafadzkan kalimat-kalimat Allah, dan doa. Air matanya berlinang…. Ya Allah….

Yang tidak ku duga adalah, tidak lebih dari dua jam kemudian suhu badanku turun. Aku mulai segar, dan hampir sembuh total. Apa yang bisa ku ambil dari sini?? Doa mami, doa seorang ibu, doa penuh ketulusan, yang dilakukan tanpa pamrih, dan penuh perngharapan hingga keluar air matanya… Ya Allah…aku ingin waktu itu terulang kembali, waktu di mana aku bisa berlama-lama di dekat mami

Apa yang paling aku tak mau lihat?? Beliau menangis karena aku menyakitinya….naudzubillah



above adalah foto mami dengan si bungsu, Dara

Sekarang, setelah aku berada jauh dengan nya, jika aku mendapat telepon dari nya, aku senang, dan seakan semangat ku terisi kembali. Aku selalu ingat bagaimana mami memberi kami semangat saat kami merasa jatuh, mami selalu dapat menemukan hikmah di balik semua kejadian yang kami (anak-anaknya) alami. Mami mengajarkan kami untuk terus bermimpi, dan melarang kami untuk mengosongkan mimpi kami. Mami bilang untuk terus berdoa dan berharap, dan jalani apa yang ada di depan mata, sebaik-baiknya, karena kita tidak pernah tahu rencana Allah. Mami bilang jangan pernah mencoba dengan sengaja menyakiti orang lain. mami bilang bersabarlah. Mami bilang tenanglah. Jika aku berbuat konyol, mami tertawa, dan mengatakan hal yang benar kepadaku. Semua tentang ku mami tahu, tentang sahabat2ku, tentang pelajaran atau kuliahku, tentang kisah ku, tentang dosen ku, tentang perasaanku. Jika ada kesempatan untuk bicara panjang, dari A-Z tidak akan ada yang tertinggal. Mami penjaga rahasia yang handal. Mami wajah yang penuh kasih, menyejukkan, dan terlihat muda. Mami yang mengajarkanku untuk suka membaca. Mami yang mengajarkanku untuk ibadah sunnah. Mami selalu mengingatkan ku di saat aku tinggi, dan menyemangatiku di saat aku jatuh.

Sosok ibu seperti apa lagi yang ku harapkan?? Semua yang seorang harapkan dari seorang ibu sudah ku dapatkan dari mami.

Terima kasih ya Allah…. Terima kasih. Engkau memberiku ibu, benar-benar ibu. Yang mengasihi kami setulus-tulusnya, dan memerankan perannya sebaik-baiknya..

Aku teringat suatu kejadian yang mengingatkanku betapa kuatnya hubungan antara anak dan ibunya. Hari itu hari libur kuliah (lupa kenapa), seharian di kos sendirian, aku adalah pecinta kesendirian, pecinta ketenangan. Maka senang2 aja di kos sendirian. Tetapi entah kenapa sore harinya hati ku cemas, gundah, takut, dan rasanya dada ku sesak. Aku mengingat2 apakah aku belum sholat? Ataukan ada kewajiban lain yang belum ku kerjakan? Tidak, semua sudah beres. Tapi cemas itu tidak hilang hingga maghrib. Aku bingung sendiri. Akhirnya aku sms-an ma teman kampus, dan janjian untuk nginep di kos nya. Itu bukan Aku !!!! Seorang aku paling malas jika diminta nginep di tempat orang lain, apalagi aku cinta sendirian…ketenangan. Akhirnya aku nginep tempat teman, dan malamnya aku susah tidur, masih cemas. Hingga aku sms mami minta ditelpon bsok paginya….

Esoknya, mami menelponku. Dialog awal percakapan kira2 bgini:
Aku : halo mi..
Mami : (diam) ada apa nak???
Aku : (hampir menangis) kakak takut mi….kakak cemas, tapi gtw kenapa…dari sore kemaren…
Mami : (terdiam)
Aku : kenapa ya mi? kenapa kakak begitu? Kenapa kakak takut banget padahal gak da apa2. Atau sekarang mami papi sekeluarga lagi ada masalah? Kok kakak secemas ini?
Mami : sebenernya kemaren sore…….blablabla (mami bercerita tentang apa yang terjadi hari sdi mana aku ketakutan tanpa alasan, ternyata memang ada kejadian serius yang tidak enak)

Mendengarnya aku sangat terkejut dan ingin rasanya memeluk mami sekeluarga. Aku juga takjub, perasaan takut itu begitu nyata, ikatan batin begitu terasa…. Allah Maha Besar..

Aku ingin seperti mami yang begitu solehah, bagaiman tidak??? Setiap malam mami tidur lebih cepat dan bangun jam 3 pagi untuk sholat malam dan zikir sebanyak2nya hingga pagi. Bibirnya jika tidak sedang bicara, selalu berdzikir.
Aku ingin seperti mami yang begitu setia sebagai seorang istri. Terus mendampingi papi, senang maupun susah. Kesetiaan yang oleh Rasul sangat diagungkan dari seorang wanita.

Aku ingin seperti mami yang bisa menjadi ibu, dan sahabat untuk anak-anaknya. Hingga aku merasa aman dan nyaman untuk menceritakan semua masalah dan rahasia ku padanya. Tanpa satu pun tertinggal. Dan mami tidak pernah iktu campur urusanku. Mami memberi dukungan pada kami. Nasehat. Saran. Dan memberi keleluasaan pada kami untuk bertindak sesuai batasnya. Mami mendidik kami dengan cara itu.




Mami memperkenalkan ku pada musik klasik. Mami mengajarkan ku bermain piano. Yang secara tidak langsung mempengaruhi kepribadianku. Mami mengajarkanku membaca dan mengaji. Mami juga yang membuatku cinta pelajaran bahasa inggris.
Ya Allah….terima kasih engkau menjadikanku anaknya. Engkau memilihkan aku ibu yang diharapkan banyak anak…terima kasih memberiku kesempatan hidup bersamanya….ya Allah…ku mohon lindungilah dia untukku…untuk kami… anak-anaknya, dan juga untuk papi.


Mercy….

Aishiteiru , mami…

Dipersembahkan oleh seorang anak perempuannya, anak pertamanya, yang telah menginjak kepala dua, untuk seorang ibu, yang luar biasa, luar biasa hebatnya, kehebatan taqwa dan batinnya,dan …. Kehebatan kasih sayangnya

Wednesday, January 20, 2010

Jilbab


Jilbab cenderung menandakan bahwa yang memakainya adalah wanita yang memeluk agama Islam, tetapi itu tidak serta merta benar. Contohnya saja yang terjadi pada salah satu Sekolah Menengah Atas di kota Bukittinggi, tepatnya SMAN 2 Bukittinggi. Seluruh siswinya diwajibkan memakai jilbab setiap hari sekolah. Lalu bagaimana yang beragama non Islam (atau istilah kerennya ‘noni’)?? Dan Kepala Sekolah pun menjawab bahwa jilbab atau yang masyarakat Minangkabau sebut dengan Kerudung adalah pakaian khas adat Minangkabau, jadi seluruh siswi dengan beragam agama diwajibkan mengenakan jilbab ke sekolah demi melestarikan budaya Minangkabau.

Ada lagi fitrah jilbab yang melekat di benak masyarakat mengenai pemakaian jilbab. Wanita muslim yang mengenakan jilbab cenderung dianggap sebagai wanita yang tingkat iman dan taqwa nya sudah level advance, dan hal tersebut cenderung menjadi tameng bagi wanita muslim yang belum memakai jilbab untuk menunda pemakaiannya dengan berkata ‘belum siap’ atau ‘malu ah, belum ngerti apa-apa’. Walah… kenapa memakai jilbab itu dijadikan langkah akhir dalam peningkatan iman dan taqwa kita pada Allah SWT?? Kenapa memakai jilbab tidak dijadikan langkah awal??? kenapa nggak kan??

Saya pribadi contohnya. Saya sendiri belum bisa dikatakan muslimah yang ketaqwaannya sudah advance. Tetapi saya tahu bahwa jilbab adalah wajib, karena rambut pun aurat wanita, yang harus disembunyikan dari yang bukan mahramnya. Yang boleh tampak adalah wajah dan telapak tangan saja. Lalu apakah setelah mengetahui hal tersebut saya malah menyangkalnya dengan menunda? Dan mencari-cari alasan?? Itu sama saja dengan pembodohan terhadap diri sendiri bagi saya. Sudah tahu lalu mengapa pura-pura tidak tahu?? Lebih baik awam sekalian. Tetapi Allah tidak suka dengan manusia yang tidak mencari tahu. Nah, karena itulah saya memakai hijab ini, lebih menjaga diri dan kehormatan. Risikonya pun saya terima. Risiko seperti dugaan orang lain bahwa saya sangat alim (belum kok ^^), dan hamper setiap lewat di depan pemuda-pemuda, sering diucapkan salam. Sebenarnya lagi, saya tidak suka dengan orang-orang yang dengan seenaknya mengucapkan salam untuk menggoda wanita berjilbab yang lewat. Salam itu bukan mainan lho !!! karenanya saya cenderung acuh pada yang seperti itu. (maaf ya mas-mas yang sering saya cuekin…)

Ayo ukhti…. Lebarkan kain penutup mahkota mu, dan jadilah wanita yang semakin anggun :)