Friday, February 05, 2010

My Love Confession #2


Pengungkapan cinta kali ini ku tujukan untuk seorang pria. Papi. Emiraldin Rasyid. Lahir di Jakarta, 9 Maret 1960. Yang mewariskan hidungnya padaku, mewariskan mata nya juga padaku. Mata ku mirip papi saat aku tertawa, tetapi jika tidak sedang tertawa, mataku mirip mata mami. Kok bisa?? Itu lah keajaiban gen ciptaan Allah SWT. Banyak sekali yang ingin ku ungkapkan untuk papi, banyak….

Mencintai papi secara khusus, dan mencintai keluarga ku secara umum, adalah cinta yang bebas, tanpa adanya rasa harus seimbang, sama. Mereka bahkan menerima kita apa adanya, jatuh, sakit, cacat….. dengan sedikit adanya ketakutan akan kehilangan mereka. Dengan kata lain aku akan kehilangan mereka jika Allah SWT telah menentukan bahwa waktu di dunia sudah cukup. Maut.

Berbeda dengan kita mencintai seorang teman pria atau wanita kita. Teman lawan jenis. Di situ ada rasa takut kehilangan yang besar, ada rasa harus bisa seimbang (sangat susah jika orang tersebut sangat hebat dalam segala hal), padahal orang tersebut tidak menuntut banyak pada kita. Ribet kan???

Aku bingung apa yang bisa ku ceritakan tentang papi. Banyak. Bisa dibilang standar, karena semua anak umumnya toh mengalami.tapi rasanya senang… senaaannnngggggg kalau ingat itu semua. Rasanya haru, juga bangga. Jangan tanya bangga kenapa, itu juga sulit untuk dijelaskan. Tapi aku punya cara lain untuk mengungkapkannya, ada satu lagu dari Dan Hill yang ku persembahkan untuk papi. Lirik dan nada nya yang pas mewakili semua perasaan ku untuk papi.

Here is the lyric

Sometimes When We Touch by Dan Hill


You ask me if I love you
And I choke on my reply
I'd rather hurt you honestly
Than mislead you with a lie
And who am I to judge you
On what you say or do?
I'm only just beginning to see the real you

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides

Romance and all its strategy
Leaves me battling with my pride
But through the insecurity
Some tenderness survives
I'm just another writer
Still trapped within my truth
A hesitant prize fighter
Still trapped within my youth

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides

At times I'd like to break you
And drive you to your knees
At times I'd like to break through
And hold you endlessly

At times I understand you
And I know how hard you've tried
I've watched while love commands you
And I've watched love pass you by

At times I think we're drifters
Still searching for a friend
A brother or a sister
But then the passion flares again

And sometimes when we touch
The honesty's too much
And I have to close my eyes and hide
I wanna hold you til I die
Til we both break down and cry
I wanna hold you till the fear in me subsides


Papi, kakak belum pernah bilang ‘cinta’ pada papi, tetapi kakak yakin papi tahu dan merasakannya. Papi mugkin tidak tahu bagaimana papi memotivasi kakak dalam banyak hal, terlebih setelah kejadian yang kita alami berdua saat di Padang hari itu, hari di mana kakak merasa mimpi dan cinta kakak pergi jauh.

Kakak juga melihat kilau air mata yang papi tahan saat papi mengantar kakak di bandara untuk pergi menuntut ilmu demi masa depan. Kakak lihat itu, kemudian papi cium kening kakak, dan berbisik ‘jaga diri ya, nak..’

Allah… Sungguh Engkau Maha Adil dan Maha Penyayang.

Ya, itu adalah masa-masa indah kita setelah melalui dua bulan yang berat. Papi membelaku.

Papi, kakak tahu, tanpa harus banyak bicara pada papi pun, papi tahu apa yang terjadi pada kakak, papi tahu apa yang kakak pikirkan dan rasakan. Seperti kakak begitu mengerti apa arti diam nya papi. Selalu kakak bisa mengerti.

Papi… terima kasih telah membantu banyak dalam usaha kakak mengejar mimpi dan cinta kakak… terima kasih atas motivasi nya, terima kasih atas dukungannya, terima kasih atas cinta yang tulus itu…

I do really love you. I do…

*suatu saat akan ku ungkapkan langsung pada papi. Insya Allah :)

4 comments:

Titut said...

tes

First Emiral said...

mau komen apa kawan??? silahkan.. ^^

sectusempra said...

kirain tentang si itu....

Elsha said...

nope ^^

Post a Comment